![]() |
-Sekolah Mengaku Salah
PALEMBANG, SP - Sebanyak 224 peserta didik kelas XII SMA Negeri 18 Palembang merasa kecewa dan hilang harapan karena pihak sekolah tidak melakukan validasi data untuk keikutsertaan peserta didik dalam pelaksanaan masuk perguruan tinggi negeri jalur undangan atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
“Pihak sekolah tidak menginput data permanen sekolah, jadi kita tidak bisa mengikutsertakan peserta didik di SNMPTN tahun ini,” ungkap Kepala SMA Negeri 18 Palembang, Sri Asmuniah.
Menurutnya, keteledoran tersebut murni kesalahan sekolah karena merasa tidak mendapatkan informasi untuk mempermanenkan data.
“Ada dua guru dan satu operator yang kita kirim saat sosialisasi, nah mereka ini merasa tidak mendapatkan informasi untuk mempermanenkan data tersebut karena tahun-tahun sebelumnya tidak ada aturan mempermanenkan data,” ungkapnya seperti dikutip dari Detiksumsel.com.
Asmuniah mengaku, akibat kealpaan pihak sekolah tersebut dirinya juga sempat diancam oleh wali murid hingga didatangi ke rumah. “Saya mau gimana lagi, saya berusaha menghadapi ini semua,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu peserta didik merasa kecewa dan hilang harapan untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri pada jalur SNMPTN. “Kami kecewa kak, artinya kami tidak harapan lagi bisa masuk perguruan tinggi negeri jalur SNMPTN,” ungkapnya. (net)
