![]() |
MUBA, SP - Bupati dan Wakil Bupati Muba ikut berkomitmen dalam Mencegah konflik manusia dan Satwa Liar di Sumatera Selatan, hal ini mengingat Kabupaten Muba sebagai suatu landscape yang memiliki luasan kawasan hutan dan Suaka Margasatwa dengan keanekaragaman flora dan faunanya.
Hal itu terungkap saat Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex melalui Wakil Bupati mendatangani komitmen bersama untuk menanggulangi konflik antara manusia dan satwa liar, pada acara Lokakarya Penanganan Konflik antara Manusia dan Satwa Liar di Provinsi Sumatera Selatan, kemarin.
"Belajar dari konflik harimau sumatera yang beberapa bulan ini terjadi di beberapa wilayah Sumsel, tentunya perlu didorong upaya mitigasi konflik manusia dan satwa dilakukan oleh berbagai pihak,"ujarnya.
Beni juga menegaskan, bahwa salah satu Isu pentingnya adalah bahwa konflik manusia dan satwa liar terjadi akibat adanya interaksi yang berdampak negatif, baik langsung maupun tidak langsung, antara manusia dan satwa liar. Pada kondisi tertentu konflik tersebut dapat merugikan semua pihak yang berkonflik.
Berdasarkan data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, hingga saat ini populasi harimau di Sumsel sebanyak 17 ekor yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel.
Belasan ekor Harimau Sumatera tersebut tersebar di Pagaralam, Lahat, Muara Enim, OKU Selatan, OKU, Musi Rawas Utara, Banyuasin dan Musi Banyuasin. Namun BKSDA mencatat populasi terbanyak ada di lansekap Rejang Lebong yakni di Pagaralam, Lahat, Muara Enim dan OKU Selatan. (ch@)
