Spesialis Bongkar Rumah Keok Ditembus Timah Panas


Spesialis bongkar rumah ini diamankan anggota Buser Polsek Plaju Palembang di kediamannya, Senin (15/2) sekitar pukul 10.00 WIB.


PALEMBANG, SP - Demi untuk membeli baju, Bayu Rizky (23) warga Jl Kapten Robani Kadir, Lorong Hikmah 3, Palembang harus kembali merasakan dinginnya jeruji besi.

Spesialis bongkar rumah ini diamankan anggota Buser Polsek Plaju Palembang di kediamannya, Senin (15/2) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolsek Plaju, Iptu Novel Siswandi Kurniawan mengatakan, pelaku merupakan spesialis bongkar rumah dan residivis curanmor.

"Pelaku sudah dua kali keluar masuk penjara dengan kasus sama juga penggelapan motor, " jelasnya, saat ditemui di halaman Mapolsek Plaju Palembang.

Ia menjelaskan, tertangkapnya pelaku atas dua laporan korban.Sehingga anggota Buser Polsek Plaju dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Abdul Wahab berhasil mengamankan pelaku.

"Anggota kita berhasil mengamankan pelaku tapi saat akan ditangkap pelaku mencoba melarikan diri dan anggota sudah memberikan peringatan tapi tidak dihiraukan hingga anggota kita memberikan tindakan tegas terukur," kata Novel, Selasa (16/2/2021).

Setelah pelaku dibawa ke rumah sakit langsung dibawa ke Mapolsek Plaju Palembang. "Selain mengamankan pelaku, anggota kita juga turut mengamankan satu unit Yamaha Mio S milik korban, satu baju kaos dan satu buah ponsel," ungkapnya.

Saat akan ditangkap Bayu mencoba melarikan diri hingga diberikan tindakan tegas terukur. Pelaku Bayu saat ditemui Sumsel Pers mengakui perbuatannya melakukan aksi bongkar rumah.

"Saya bongkar rumah demi untuk membeli baju dan memenuhi kebutuhan sehari-hari saya," ujarnya, Bayu.

Ia menuturkan, kejadian yang terjadi pada 11 Februari 2021 sekitar pukul 04.00 WIB di Jl. DI Panjaitan, Lorong Lama, Kecamatan Plaju Palembang dengan korban Ade Kismono.

"Modus saya berpura-pura menginap di rumah korban karena antara saya dan korban saling kenal," katanya.

Setelah korban tertidur pulas dia membawa kabur ponsel milik korban merk Vivo. "Setelah dapat ponsel, saya kabur dan menjualnya hingga bisa membeli baju serta memenuhi kebutuhan sehari-hari saya," ungkapnya.

Dirinya menuturkan, sudah melakukan aksi bongkar rumah sebanyak dua kali dan aksi penggelapan motor satu kali yang terjadi pada 7 Februari 2021 di Jalan Kapten Robani Kadir, Lorong Hikmah 3, Kecamatan Plaju Palembang dengan korban Ayub Pangestu.

"Untuk penggelapan itu punya adik saya sendiri dimana saya meminjam motor Yamaha Mio S nopol BG 5003 ACU kepada korban dan motornya sempat saya gadaikan tapi sudah saya tebus kembali," tutupnya. (DE)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.