Juni, TPP ASN Pemkot Palembang Dipangkas Sampai 50%


PALEMBANG, SP -
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berencana melunasi seluruh hutang kepada pihak ketiga terhitung 2019/2020. Akibatnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) pun dipotong 30-50%.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, pandemi Covid-19 sungguh tidak terprediksi. Awalnya sisa hutang 2019 kepada pihak ketiga akan dibayarkan 2020. Namun pandemi di tahun lalu memuncak hingga saat ini.  

"Pemkot berencana melunasi seluruh hutang 2019/2020 sebanyak Rp218 miliar. Hutang ini karena target pendapatan daerah tidak tercapai akibat pandemi tidak terprediksi," katanya, Kamis (22/4/2021).

Dewa mengatakan, untuk melunasi hutang tersebut maka TPP seluruh ASN akan dipotong 30-50 persen tanpa terkecuali. Ditargetkan akan berlaku dalam waktu dekat karena hutang harus lunas tahun ini juga. 

"Dalam rapat TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) walikota sudah mewacanakan ini, antara 30%-50%,," katanya. 

Direncanakan pemberlakuan pemotongan TPP ini direncanakan sekitar Mei atau Juni 2021. Kebijakan ini berlaku untuk semua tingkatan esselon, mulai dari eselon II, III dan IV.

"Tanpa terkecuali, termasuk TPP saya juga akan dipotong, mulai dari eselon II sampai staf. Semua untuk efisiensi agar dapat melunasi hutang yang belum dibayarkan," katanya.

Pemangkasan TPP tidak akan mampu melunasi seluruh hutang yang didominasi proyek infrastruktur Pekerjaan Umum juga Penataan Ruang Kawasan Permukiman. 

Oleh karenanya selain itu, efisiensi juga dilakukan dalam operasional di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Diantaranya, untuk memangkas biaya perjalanan dinas, pembelian Alat Tulis Kantor (ATK), biaya makan minum sampai pembelian pakaian seragam. 

"Biasanya satu OPD itu ada beberapa jenis seragam, tapi ini kita hanya bolehkan satu setel saja masing-masing OPD. Kami sudah informasikan ke masing-masing OPD melalui surat edaran," katanya. 

Sebelumnya, Pemkot berencana untuk melakukan pinjaman uang ke pihak ketiga guna melunasi hutang piutang. Tapi ditegaskan Dewa, bahwa hal itu belum akan diwujudkan. 

"Prosesnya panjang sekarang baru wacana. Walaupun memang kita sudah sampaikan surat rencana itu. Kami lebih fokus untuk melakukan efisiensi dulu sesuai arahan walikota," katanya. (Ara).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.