Cegah Stunting, DPPKB Kota Palembang Bentuk 980 Tim Pendamping Keluarga


PALEMBANG, SP - Dalam rangka pencegahan stunting di Kota Palembang , Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana  (DPPKB) membentuk tim pendamping keluarga.
Setidaknya ada 980  tim yang akan memberikan pendampingan kepada 72.889 KK. dimana untuk 1 tim terdiri dari unsur bidan, PKK dan kader IMP,PPKBD dan Sub PPKBD.
Diungkapkan Kepala Dinas DPPKB Kota Palembang  tim yang telah terbentuk ini mempunyai tugas masing-masing 
Tim Pendamping Keluarga mempunyai tugas  Khusus   yaitu :
1) Melakukan skrining 3 (tiga) bulan pranikah kepada calon pengantin untuk mengetahui faktor risiko stunting, memberikan edukasi serta memfasilitasi catin yang memiliki faktor risiko stunting dalam upaya menghilangkan faktor tersebut. 
2) Melakukan pendampingan kepada semua ibu hamil dengan melakukan pemantauan/pemeriksaan kehamilan secara berkala, melakukan KIE KB Pasca Persalinan, dan memfasilitasi rujukan jika diperlukan. 3) Melakukan pendampingan pascasalin dengan melakukan promosi dan KIE KB pascasalin, memastikan ibu pasca salin sudah menggunakan KBPP MKJP, dan memastikan tidak terjadi komplikasi masa nifas.
 4) Melakukan pendampingan pengasuhan dan tumbuh kembang anak dibawah 5 tahun (balita) dengan melakukan skrining penilaian faktor risiko stunting, memastikan bayi mendapat ASI ekslusif selama 6 bulan, bayi diatas 6 bulan mendapat MPASI   dengan gizi cukup, dan mendapat imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal.
 5) Memastikan keluarga mendapatkan bantuan sosial dan memastikan program bantuan sosial dimanfaatkan dengan benar.
Sedangkan Tugas secara  Umum Melakukan pendampingan kepada keluarga dengan cara mengidentifikasi faktor risiko stunting dan melakukan pelayanan komunikasi, informasi, edukasi, pelayanan kesehatan.

Pembentukan tim pendamping keluarga terkait pencegahan stunting di Kota Palembang , juga bekerjasama dengan OPD Terkait,Camat,Lurah dan Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kota Palembang dan Ranting IBI Kecamatan dalam Kota Palembang . 
Diharapkan melalui tim pendamping keluarga, masyarakat mendapatkan edukasi peran ayah dan ibu serta bagaimana cara pengasuhan anak yang baik menjadi kunci utama pada pencegahan stunting.(K1) ungkap Drs.Edwin Effendi.M.Si.

BKKBN butuh dukungan berbagai pihak wujudkan program Bangga Kencana

Plt.Kepala  Perwakilan BKKBN  Provinsi Sumatera Selatan, Hj.Desliana,SE,MM Senin, ( 8 November 2021) didampingi Kepala Bidang Advokasi, Kepala Bidang KB, dan Kadin DPPKB beserta jajaran dan OPD Terkait lainnnya mengadakan Audiensi dengan Walikota Palembang Bapak H.Harno Joyo, 
Hj.Desliana,SE,MM pada kesempatan ini menyampaikan  mohon dukungan dalam mewujudkan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Hal itu selain dari pemerintah setempat juga dari berbagai mitra kerja termasuk utamanya dari para generasi mudadanmasyarakat. Dan dukungan untuk Penyuluh yang ada di Kota Palembang terutama tentang Balain Penyuluh dari 18 Kecamatan baru tersedia  8 balai penyuluh untuk kekurangannya mohon bantuan bapak Walikota Palembang dalam hal penyediaan Lahan dan untuk pembangunannya di usulkan menggunakan dana DAKFisik.  

"Audiensi  ini salah satu  sebagai dukungan dari Pemerintah Kota Palembang kepada BKKBN dan mitra kerja dalam mewujudkan program bangga kencana. Dan memang butuh dukungan dari berbagai pihak dalam mewujudkan program bangga kencana. Dengan peran Pemda dan PLKB diharapkan bisa menekan angkastunting dikarenakan temuan kasus stunting itu cukup banyak.

"Kasus stunting terjadi bukan hanya karena faktor ekonomi tapi juga tergantung pemahaman pola asuh. Serta asupan gizi yang diterima anak-anak juga akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang. Ini menjadi tugas utama kita dalam upaya melakukan pencegahan stunting sesuai dengan  RPJMN Presiden menargetkan penurunan stunting hingga 18 persen. Seperti halnya Pemerintah Kota Palembang melalui DPPKB Kota Palembang membentuk Tim Pendamping Keluarga yang saat ini sedang proses perekrutan dari unsure Bidan,PKK,dan Kader PPKBD/Sub PPKBD dan IMP yang tersebar di kelurahan dalam Kota Palembang di harapkan Tim ini nanti akan bekerja dengan baik untuk menurunkan dan mencegah terjadinya stunting ungkap Walikota Palembang H.Harnojoyo.
Walikota Palembang  mengapresiasi BKKBN yang bersedia menganggarkan dana buat menyelesaikan stunting dengan menggunakan anggaran DAK.

Pada kesempatan itu, ia banyak menyampaikan tentang persoalan keluarga hingga ke remaja. Dia pun berpesan kepada keluarga dalam mendidik anak harus disesuaikan dengan zaman.

dan  pada usia remaja cenderung mencari jati diri. Pengaruh globalisasi bukan hanya sekadar menghasilkan peluang tapi juga menjadi tantangan.

TEKAN ANGKA STUNTING PEMERINTAH KOTA PALEMBANG TERBAIK I TERINOVATIF TAHUN 2020  SE SUMATERA SELATAN

Prestasi membanggakan kembali di terima Pemerintah Kota Palembang  penghargaan ini,  di pusatkan di Hotel Swarna Dwipa , Selasa,9 November 2021  Penghargaan dari Gubernur Sumatera Selatan ini diserahkan langsung melalui Plt Sekda Provinsi Sumatera Selatan Supriono kepada Sekda Kota Palembang Ratu Dewa.
Kita berharap dengan penghargaan ini dapat meningkatkan motivasi Pemerintah Kabupaten atau Kota untuk melaksanakan percepatan pencegahan dan penurunan stunting di provinsi Sumatera Selatan , ujar Supriono.
Sementara itu Sekda Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, Kota Palembang dinilai paling unggul dari enam Kabupaten dan Kota dalam aksi penilaian kinerja Lokus Stunting tahun 2020 .
Dalam lokus stunting tahun 2020 Palembang mampu meningkatkan kinerja dan tercipta koordinasi dan sinkronisasi serta keterpaduan program kegiatan penanganan stunting  yang valid dan update antar instansi.

Penghargaan ini bukanlah milik sendiri, melainkan penghargaan ini untuk warga Palembang yang difasilitasi melalui Pemerintah Kota Palembang dan Tim Penggerak PKK yang secara integrasi terpadu persoalan persoalan stunting di Kota Palembang .

Upaya untuk penurunan stunting ini tentunya melalui integrasi mulai dari perencanaan serta seluruh stakeholder yang ada harus berperan dalam melakukan penjurunan stunting, sepertihalnya DPPKB Kota Palembang turut dalam pencegahan stunting. Selain tugas utama  untuk meningkatkan implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), kita juga mendapat mandat yang sangat strategis untuk berkontribusi terhadap upaya percepatan penurunan stunting,”sasaran prioritas masih fokus pada kelompok ibu hamil dan ibu menyusui serta pada anak usia kurang dari dua tahun (baduta). Sasaran ini dimaksud sebagai sasaran yang tepat bagi program percepatan perbaikan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Di samping itu, Program Keluarga Berencana (KB) penting sekali untuk mencegah stunting karena jarak kehamilan yang dekat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting. (adv)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.