Kejar Adipura Ke-8 Tahun 2022, Pemkab OKU Timur Gelar Rakor

OKU TIMUR, SP - Wakil Bupati OKU Timur, H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H. memimpin Rapat Koordinasi Pemantapan dan Evaluasi  Piala Adipura Kabupaten OKU Timur, Tahun 2022. Selasa, (15/11/2021) di RRM Siang Malam Cidawang. 

Dalam rapat tersebut, dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Fauzi Bakri, segenap pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Camat dan Kepala Desa di OKU Timur guna membahas kesiapan penilaian Piala Adipura tahun 2022. 

Dalam rapat itu, Mas Yudha meminta seluruh organisasi pimpinan daerah terus meningkatkan kinerja unsur terkait  sehingga memperoleh hasil penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagaimana yang diharapkan. 

Kebersihan itu menjadi perhatian, petugas kebersihan seperti penyapu jalan dari Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup (DLH) kedepan agar lebih digiatkan lagi. 

“Para Camat juga harus bertanggung jawab atas kebersihan di wilayahnya masing-masing ,” Ucap Wabup dalam rapat yang juga diikuti para camat itu. 

Pada rapat itu, wabup juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur,  menghimbau SD dan SMP yang menjadi titik pantau juga ikut menyiapkan tong sampah di setiap sekolah. 

''Sekaligus membudayakan siswa sekolah untuk meningkatkan pola hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan.'' Jelasnya. 

Kita ketahui bersama program Adipura untuk memacu daerah agar terus berupaya meningkatkan kemampuannya dalam hal pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan (sustainable) demi mewujudkan Tata Praja Lingkungan yang baik (Good Environmental Government). 

Sementara di hadapan peserta Rakor, Kepala DLH OKU Timur Fauzi Bakri memaparkan, bahwa melalui penilaian tahun ini melalui kebijakan pemerintah (Jakstrada)  untuk itu Pemerintah OKU Timur akan bertekad mewujudkannya. 

Disampaikan Fauzi, aktifitas penanganan dimaksud dimulai dari mengumpulkan sampah, memilah, mengangkut sampah, hingga mengolahnya di TPA. 

Karena kondisi aktifitas pengelolaan saat ini di OKU Timur,  adalah masih sekitar 40% – 50%. Untuk itu perlu gerak bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah, maupun swasta untuk mulai mengurangi sampah yang secara sederhana dapat dimulai dari sampah rumah tangga. Yaitu dengan mengurangi penggunaan plastik semisal kantong plastik, sedotan, air mineral dalam kemasan plastik dan lain sebagainya. 

Dipaparkan Fauzi lagi,  bahwa kondisi TPA OKU Timur saat ini sudah hampir tidak bisa menampung sampah lagi, dengan tinggi gunungan sampah telah mencapai 20-30 meter. 

Berangkat dari hal tersebut sambungnya,  demi suksesnya program Adipura tingkat Nasional dan terwujudnya OKU Timur  yang (Bersih, Sehat, Tertib, Aman Rapi dan Indah (Bestari) maka dibentuklah Tim Koordinasi Adipura yang terdiri dari OPD terkait di lingkungan OKU Timur, Pihak Kecamatan, Kelurahan dan Masyarakat Untuk bersama-sama menyusun program kerja, sosialisasi, pembinaan, hingga pemantauan lapangan dapat Sesuai hasil penilaian oleh pihak kementerian,'' Pungkasnya. (adv)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.