Warga Diminta Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

PALEMBANG, SP - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga Sumatera Selatan untuk mewaspadai cuaca ekstrem pada musim hujan ini.

Kepala BMKG Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Desindra Deddy Kurniawan mengatakan, peringatan dini ini selalu di share oleh BMKG agar masyarakat waspada.

"BMKG menginformasikan peringatan dini potensi cuaca ekstrem ini pada 5-7 Januari 2022 kepada masyarakat Sumsel," katanya.

Peringatan dini itu diberikan sejak 6 Januari 2022 pada siang hingga sore hari di Muara Enim, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, OKI, Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam, dan Musi Rawas Utara.

Malam sampai dini hari wilayah OKI, OKU Timur, Muara Enim, PALI, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, Banyuasin, Palembang, Prabumulih dan Musi Banyuasin.

7 Januari pada siang sampai sore hari di wilayah OKU, OKU Selatan, OKI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Muara Enim.

Malam sampai dini hari di OKI, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, PALI, Muara Enim, OKU Timur, Prabumulih, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan Palembang.

Sedangkan 5 Januari lalu meliputi Pagaralam, Empat Lawang, Muara Enim, OKU, OKU Timur, OKU Selatan dan OKI pada siang hingga sore hari. 

Pada malam hingga dini hari di Lahat, OKU Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Muara Enim, OKI, Ogan Ilir dan Palembang.

Ia mengatakan cuaca ekstrem ini disebabkan munculnya awan konvektif dengan penampakannya bergulung-gulung seperti bunga kol.

Perlu diperhatikan, ia melanjutkan, jika awan ini muncul dengan disertai petir, hujan lebat dan angin kencang maka berpotensi menimbulkan angin puting beliung.

Namun, warga juga tidak perlu khawatir karena tidak semua angin kencang berpotensi menimbulkan angin puting beliung, hanya dengan kecepatan berkisar 20-25 knot/jam yang patut diwaspadai.

"Warga diminta waspada jika melihat fenomena alam seperti ini, karena sudah masuk kategori berbahaya," katanya.

Saat ini Sumsel sudah memasuki musim hujan dengan ditandai bertambahnya intensitas curah hujan, yang puncaknya terjadi pada Februari-Maret 2022.

Salah satu kejadian cuaca ekstrem pada 25 Desember 2021, yakni curah hujan mencapai 160 mm/24 jam, sehingga menyebabkan banjir di Kota Palembang.

"Ini sudah kategori ekstrem, karena curah hujan untuk satu bulan ditumpahkan dalam satu hari. Untuk itu, warga diminta waspada dengan terus mengupdate peringatan dini yang kami berikan," katanya. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.