Notification

×

Tag Terpopuler

Intervensi Pasar Berbuah Hasil, Inflasi Kota Palembang Turun di Akhir 2025

Monday, January 05, 2026 | Monday, January 05, 2026 WIB Last Updated 2026-01-05T12:23:03Z


PALEMBANG,SP - Pemerintah Kota Palembang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi di penghujung tahun. 


Dalam Rilis Resmi Statistik Inflasi di Kantor BPS Kota Palembang, Senin (5/1), dilaporkan bahwa inflasi year-on-year (yoy) Kota Palembang pada Desember 2025 berada di level 2,92 persen.


Angka ini tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,03 persen dibandingkan bulan November 2025.


Wali Kota Palembang H Ratu Dewa diwakili Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan, penurunan ini menunjukkan upaya intervensi pasar oleh pemerintah mulai membuahkan hasil di tengah tingginya permintaan libur akhir tahun.


Isnaini menjelaskan, meskipun terkendali, terdapat beberapa komoditas utama yang memberikan tekanan inflasi. 


Emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang tertinggi akibat fluktuasi pasar global, ekspektasi suku bunga dunia, dan situasi geopolitik internasional.


Selain faktor global, tantangan alam juga menjadi perhatian serius. 


"Kondisi cuaca dan bencana alam di daerah penghasil telah menyebabkan gagal panen di sektor pertanian dan perikanan. Hal ini berdampak pada berkurangnya stok pangan seperti bawang merah dan daging ayam ras di pasar lokal kita," ujar Isnaini.


Selain pangan, lanjutnya, sektor transportasi seperti bensin dan angkutan udara juga turut menyumbang inflasi seiring dengan momentum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta libur nasional.


Meski menghadapi tantangan stok akibat cuaca, sambung Isnaini, Pemerintah Kota Palembang tetap optimis dapat menjaga inflasi sesuai target nasional, yakni di kisaran 2,5 ± 1 persen. 


Berbagai langkah strategis telah dan akan terus dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di antaranya menjaga pasokan melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD), untuk mendatangkan stok dari daerah yang tidak terdampak bencana.


 "Intervensi harga melalui Operasi Pasar, Pasar Murah dan pemberian subsidi harga tepat sasaran juga akan dilakukan. Kemudian melakukan rehabilitasi jalan dan revitalisasi pasar untuk memastikan rantai pasok tidak terhambat," paparnya.


Isnaini menambahkan, Pemkot juga akan mengedukasi masyarakat mengenai perkembangan harga melalui media massa agar tidak terjadi panic buying.


"Kami juga mengapresiasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) atas kolaborasi data dan kebijakan yang akurat. Saya harap sinergi antara Pemerintah Kota, BPS, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat. Kita ingin membangun Palembang yang tidak hanya sejahtera, tapi juga tangguh dan berbasis data dalam pengambilan kebijakan ekonomi," tutupnya.


Isnaini menambahkan, menjelang Ramadhan, Pemkot mulai melakukan pemetaan stok pangan.  


 "Kita ingin saat masyarakat menjalankan ibadah puasa, kondisi pasar sudah normal kembali. Kerja sama dengan daerah penghasil yang surplus akan terus kita pacu agar belanja masyarakat tetap efisien," tambah Isnaini.


Kepala BPS Kota Palembang, Edi Subeno SE Msi mengatakan, strategi Pemkot Palembang saat ini sudah cukup berhasil. 


"Alhamdulillah, saat ini sudah ada penurunan inflasi.  Kuncinya ketersediaan stok yang cukup. Harapannya, tidak hanya harga yang kita jaga agar tetap terjangkau, tapi bagaimana pendapatan masyarakat bisa meningkat," ujarnya.(Ara)

×
Berita Terbaru Update